Kamis, 17 Desember 2015

SETULUS HATIKU MENYAYANGIMU

                                             



SETULUS HATIKU MENYAYANGIMU

saganya guratan jiwaku
di antara gemertah rasa rindu
menggulira di aliran darahku
di relung relung yang terus bergetar
di palung jiwaku yang paling dalam
di sana ada cinta yang membalut kuat
yang melemahkan persendian
hasrat dan angan berkubang
membilur,menggebu merekam rasa
merasuk kuat dengan cengkramnya
terkulai ,lunglai di sekujur persendian
tak berdaya tuk beranjak dari regam cintamu
genggaman itu terlampau kuat
mengikat prana pranaku dengan belitnya
diripun lantak,luluh tak bepri
yang aku tahu hanya ada rasa cinta yang kian menggebu
rasa rindu bergejolak,menghujam ulu hati
gerah panas,menajam menusuk dada
mecerca sanubari dengan luapnya
aku semakin tak berdaya
terkekang dalam penjara cintamu
aku tak mampu berkutik dari jeruji jeruji smara
yang aku mengerti hanya rasa ini meluap dengan hasratnya
aku hanya menginginkanmu
selalu bersama menjejak tilas dengan langkah cinta
seriiring dalam tapak tapak rindu
sejalan dengan jejak jejak cinta
begandeng erat sampai kepenghujung
di bahtera cinta yang tak terlepas lagi
karena aku sangat mencintaimu
setulus hatiku ,aku menyayangimu

Kamis, 03 Desember 2015

LEKAT DALAM DEKAPAN CINTA






LEKAT DALAM DEKAPAN CINTA

Oh desir angin yang berlalu
kau mengibas jendela pranaku
membelai halus di sisi ariku
wahai tiupan bayu mendayu
rasukanmu begitu lembut mengibas usapanmu
oh sang pawana yang berhembus
tahukah engkau tentang elusan cinta yang membelai
bintik bintik kerlip dalam pelangi rasa
mecerca angan yang tak bergeming
karena hanya satu harsat yang melukis jiwa
desing suara sepipun telah terisi oleh rejaman rindu
mengikat kuat dengan sulur belitnya
mengungkung pikiran dan keinginan
cinta yang menjilat dengan kobarnya
hanya untuk dirimu
tak beralih,dan tak beranjak dari pesonamu
desau hati tak pernah berpaling
untuk terus mengingat dirimu
anginpun terus bertiup
dedaunanpun ikut berjulai goyang
seakan dia berkata,dengan kalimat bahagia
burung burungpun bernyanyi tentang asmara
bunga bunga tersenyum ulas dengan ayunnya
saat dekapan itu erat dalam rangkulan sutera
cinta telah bernila madu
dengan manisnya pelukan ratna
permata indah dari kilauan hasrat yang tak padam
cinta ini telah meliris lagu indah
dari sonatta para dewani
luapan luapan yang terasa melimpah tak terbendung
aku hanya bahagia ,bila kau berada di dekapanku
aku nyaman berada di sisimu
.sinema alam yang terlukispun menjadi indah
saat bisikan mesra dengan desahnya
ketika jemari kita lekat tak terlepas
kubelai rambutmu dengan sentuhan halus
kau diam dalam pelukanku
tatapanmu sayu dalam damba
mengisyaratkan tentang gejolak yang membuncah
tentang cinta yang terpendam
kilatan kilatan pijar asmarapun menjadi nyata
gemuruh rasa membahana
sekujur raga bergetar kuat
ketika dekat,dan dekat

dan kepalamu bersandadar di dadaku
hembusan nafas hangatmu menyengat indah
kau berkata dengan parau dan lembut.
AKU CINTA PADAMU...
dan gayung itupun besambut...
akupun berbisik lembut...
AKUPUN SANGAT MENCINTAMU
rangkulan itupun tak terlepas
dekapanpun tak terpisah
dan aku berharap semoga cinta ini abadi

SENANDUNG RINDUKU





SENANDUNG RINDUKU

Bagai alun serunai smara
merasuk sukma qalbuku
merdu lirih kidungnya
manis lembut belaianmu
bagai sonatta yang indah
mengalun syahdu di relung laga...
membelai lubuk jiwa
anganpun menerawang jauh di batas asa..
di hamparan padha sahasa
menggurah kata ,menoreh aksara cinta
syair bermelodi sutera.
bagai aroma keindahan penyejuk asa
gelora yang meruah hampar
melantunkan gita yang indah
dengan irama liuknya
terpukau aku oleh siluetmu
melukis wajah anggun mempesona
simpony pribadimu yang anggun
menera rasuk dengan ulasnya
kubang rasa rindu terus mengulai
dengan gula gula bunganya
merekah mekar harum dhalu
membulai dengan tudung yang indah
mengembang dengan ronanya..
cinta dalam balutannya
asmara dengan rasukannya
membuat rasa kangen yang terus melepah
di setiap detik dan waktu
seakan kau lekat dalam dekap rinduku
luruh satu dalam pelukan cinta
hati tak mungkin lagi terlepas
dari jeratan jeratan kasih yang kau ikatkan
walau gerah gertah memasung
ratahnya meregat dengan hasratnya
ingin lari,dari belitnya
namun raga tak berdaya
perana terkulai,tak mampu lepas
dari kelisap regam cintanya
yang menjerat terlampau kuat
aku terkulai dalam jaring jaring indah
dengan nikmat deritanya
derita yang indah
derita yang aku sangat sukai
derita rindu dengan resah gelisahnyanya yang menjala
ku biarkan diriku terejam
dan luka lebam dengan rasa kangen
yang menusuk dan menghujam
terlampau indah sakitnya
hingga sakitnya enggan aku lepaskan
panas baranya menjalar
dengan rasa nikmat yang tiada tara
oh apatah aku sudah gila
ataukah edan telah terjelujur dalam jiwaku
tanpa kusadari batal,guling,kasur,jendela
dan tembok ku ajak bicara
kemanapun tatap ini kulayangkan,
wajahmu terlukis nyata di pelupukku
senandung itupun terus bergelayut
dengan hentakan hentakannya
hingga aku tak kuasa lagi tu menahan gejolaknya
dan aku terkulai dalam belitan penjara cintamu
akupun menjerit sekuat sekuatnya
dengan suara yang sedikit terisak dan parau
aku berkata " Aku Cinta Padamu"

Rabu, 02 Desember 2015

CINTAKU PADAMU TAK PERNAH LEKANG

                                                               




CINTAKU PADAMU TAK PERNAH LEKANG


Tak sejengkalpun jejak kutarik dari tilasnya
langkahku menjelujur pasti
untuk menggenggam jemari kasihmu
luruh satu dalam pelukan cintamu
gejolak rasa tak pernah padam dari harap
bongkah rasa ini hanya menginginkanmu
buncah hasrat yang tak pernah reda
larung cinta yang tak letih
gunjah cintaku yang tak pernah jera sedikitpun jua
Bilah bilah sanubari tak pernah hambar
tak seutaspun retak angan untuk melupakanmu
tak sebongkahpun dari hasratku untuk berpaling
terperam dengan bungkusnya yang tak terkolusi
tersimpan tak terlarai dari tertatah guratnya
tak bergeming dan tak lantak
di sini hanya ada cinta untukmu
relief kasih yang terpatri tak sirna
lentik dera kuabaikan
walau sejuta hujam meregang
bebanpun tak kuhiraukan lagi
hanya rasa rindu merejaman
kangen yang tak berujung
luruh satu dalam dekapan kasih
gilasan panasnya kunikmati dengan gumulnya
pedih perihnyapun terasa indah melukis
cegalan cegalan derita itu kian menggurah nikmat
menghimpit,menindis,menggilas tak perduli
akupun lebih tak perduli dari segala hasutanya
yang kurasakan hanya gebuan ronta yang mengubang
gejolaknya kian menghujam
menusuk di sekujur persendian
aku menyadari ,betapa dalam cinta ini
yang menggerogot ,melucuti,
melupuhkan segala kedirian
hingga terlupa segala sifat pribadiku sendiri
hanya cinta padamu yang pernah lekang

SULUR RINDUKU-Maspanji Kerthajagat Putrenggumi


                                                                  SULUR RINDUKU
                                                      Maspanji Kerthajagat Putrenggumi


Sulur sulur rindu yang menjulur meregam
mencengkeram kuat dan menusuk
membelit tak lepas dari genggaman
detaknyapun semakin menyesak dan menyempit
tak ada ruang lagi di hatiku,
selain cinta dan rasa kangenku padamu
sebilah qalbu yang selalu merindukanmu
seonggok daging yang tak pernah lupa
dan selalu ingat kepadamu
memeram gulai rindu
membuat bathin tersiksa
perih mengerat dalam dada
resah merajang tak karuan
gelisah menjamah tak lelah
hanya bila kau kembali kepadaku
bunga ini akan bersemi dan mekar kembali
julur ujung akarpun telah membelit hingga jantungku
segal di dada terasa mendesak
tercekal rasa karena asmara yang membara
.tercegal iwa dalam derita yang paling indah
derita yang paling ku sukai
dan enggan untuk melepaskannya
adalah gulai rindu dengan kuah cinta yang panas
pedih dan terus menindih rasa
mendera dengan beban kangen yang berat
sungguh aku lunglai tak berdaya
rundung derita cinta,
telah meregat tak dinyana..
akupun tak sanggup mengelak
dari laksaan rasa yang terus menghujam
belati asmara telah tertancap di dada
.terkulai di kubang jelata
cinta ini telah merontokkan semua keangkuhanku
tertunduk dalam dulinya yang kuat
kubawa bersama langkahku
sakit yang tak ada obatnya
kecuali kau kembali kedekapanku
.memintal kasih bersama
menyulam kata dengan bisikan manja
bergurau dengan canda mesra
dan kita merasa saling memiliki
saling membutuhkan
jalinan itu bersemi dengan keelokannya
hingga bunga yang dahulu terabaikan
akan tumbuh indah dalam sanubari
cinta akan teruji oleh waktu
sang kala telah memberi pelajaran berharga
ketika dekat dekat kita sering berbeda arah
bila kita jauh,
hati cemas namun rindu menusuk
berbeda pandangan adalah hal yang wajar
cinta akan menyatukan sifat
saling memberi dan menerima
mengerti segala kekurangan dan kelebihan
hingga bunga asmara terus mekar dan tak layu
cinta menyatukan perbedaan
dalam sebuah jalinan yang serasi
hingga akar bunga yang membelit kuat tak sia sia
.bercinta bukan suatu hal sederhana
namun butuh sebuah keseimbangan
.menjaga emosi dan meredam ego
agar cinta terpelihara dalam jalinannya

RINDUKU-Maspanji Kerthajagat Putrenggumi

                             
                                                                         RINDUKU
                                                      Maspanji Kerthajagat Putrenggumi




                                                



Seandainya aku bisa meniti buih
berjalan diantara gelombang
melesat di semilirnya bayu
melangkah diantara awan
saat ini pasti aku sudah berada di sisimu
kan kubelai rambutmu,
kurebahkan kepalamu di pundakku
kan kubisikan kata cinta untukmu
betapa rejang kangen terus menggulat
buih buih rindu meluap,tak henti dan berpacu
segal kangen dengan ratahnya menjejal dada ini
membuncah rasa tak terbendung ,
membuat aku terkulaitak berdaya.
rebah terjelembab di duli cintamu
ruah kangen yang membuntal dengan balutnya
bagai degup yang yang melambung tak karuan
nafas terasa terhimpit oleh biluran yang mendesak
tak kuasa rasanya menahan gejolak meluluh
segal rasa terus menjegal tak henti
rindu ini terus berjulang dengan bumbungnya
wajah ratnamu terus meruang di pelupukku
di benakku,pikiranku,rasaku,tatapku,pandangku
di kelopakpun nanar tak pernah letih
hanya dirimu yang berfose di tatapanku
kangenpun kian menjelujur semakin dalam
di lubuk yang mendamba menghujam rasa
rindu yang menggemas terus meronta
gelumulung yang tak henti meregam tak jera
hanya dirimu,hanya kau yang menera kuat
di sekujur ragaku .di aliran darahku .di detak jantungku
di denyut nadiku di segal nafasku yang mendesah

JUWITAKU-Maspanji Kerthajagat Putrenggumi

                                                                          JUWITAKU
                                                      Maspanji Kerthajagat Putrenggumi


Pandangku hanya pada sosokmu yang bertandang
wajahmu,siluetmu,senema bayangmu tak beranjak
sosok yang selalu kurindukan dalam jala anganku
mendulang asa di pantai gelisah yang meriak
merendang bara di lautan cemas yang memintal
bidukkupun terkatung dalam asa dan harap
bimbang menerpa dengan segala ilusi kalutnya
risau menghadang,mengikat jiwa dengan egonya
karena aku takut kehilangan dirimu
rasa tak sanggup menguak dunia tanpa dirimu kasihku
panas rejam oleh kuah cinta yang melanda
dan semua akan reda,bila kau selalu bersamaku
belaian kasih menera halus kurasakan
saat bisikan mesra mengiang lembut
aku terpana oleh gita smara yang mendayu indah
akupun tak sanggup jauh dari dekapan kasihmu
betapa cinta ini telah melumat seluruh pendirian
melantakkan segala keangkuhanku
yang ku tahu,yang ku ingat dan yang ku mengerti
aku hanya mencintaimu JuwitaKu
cinta yang memintal segenap jiwaku
yang memenuhi ruang sanubariku
dengan cinta dan ketulusan

DEKAPAN DI RIMBA GAIRAH-Maspanji Kerthajagat Putrenggumi

                                                       DEKAPAN RIMBA GAIRAH
                                                   Maspanji Kerthajagat Putrenggumi
                                           


saat nafas tersendat tak berguna,
ketika asa telah pasrah
belantara kasih mendekap desah ladunea
indah tersendat di dada bara
angan memeluk hembusan gairah
diantara jantung langit yang saling merangkul
berpatuk saling merengkuh,erat tak terlepas
meliris lantun cinta,hasratpun saling menggapai
dekapan itu lekat di sumbu rasa.
belaian lembut merayap rengkuh
hangatnya menjalar di  sulur gairah
gelinjang angan kian panas
dekapanpun semakin erat
gairah bergetar tak menentu
meraba kedalaman cinta
hanya kita yang merasakannya,
ketika bara hasrat saling memintal.
mengayuh keinginan yang sama.
dengan dekapan rindu yang membuta
rengkuhpun berpadu dalam satu gelora,
gairah yang saling membutuhkan
dekapan di rimba kasih,
luruh dalam pelukan yang erat
berpagut hangat di bibir angin,
saling meraih dengan gejolak
keheningan terasa semakin indah,
ketika dekapan itu tak terlepas
hasrat yang saling bertalut,
harunya rasa saling berpaut.
menggulira dengan binar gejolak,
di relung relung persendian
menyengat hingga palung jiwa
di sana hanya ada rasa yang membalut
melemahkan seluruh kekuatan,
gemertahpun angan terus berpacu
berkubang membilur jiwa,
merasuk dengan cengkramnya,
membelit tak ampun
terkulai dengan lunglai
tak berdaya tuk beranjak
dekapan itu terlampau kuat,
mengikat prana prana smara

KUINGIN KAU SELALU DALAM DEKAPANKU-Maspanji Kerthajagat Putrenggumi

                                      KUINGIN KAU SELALU DALAM DEKAPANKU
                                                    Maspanji Kerthajagat Putrenggumi



Ketika relung terbalut rindu yang mengerang
tanpa kusadari,bibir ini berguman menyebut namamu
pintal jelujur jarum sukma,merenda segala hasrat
harap dan cemas terus melanda
bimbang dan ragu terus menggulana
resah gelisah memaksa
rindu rasa,rindu rupa melukis benakku
menggulat jiwa raga dengan bara cinta
terkapar dalam lunglai tak berdaya
terjelembab dalam kubang derita yang paling indah
tercegal oleh pedih perihnya rindu yang membuta
aku mencintaimu melebihi dari segalanya
saat legam kelam memekat,ketika gulita bertandang
sunyi melantunkan kejujuran,aku terjaga dari lelapku
bayang wajahmu menggoda pelupukku
netraku tak pejam dari siluet bayangmu
akupun menyadari,betapa regam hati ini mencintaimu
tak dapat kupungkiri,karena rindu ini terus menggundah
meratah dengan gunjjah rasa tak tertahankan
aku sangat menginginkanmum selalu dalam dekapanku
dalam bahagia dan derita,sampai di penghujung kala

BELATI CINTAMU ( Maspanji Kerthajagat Putrenggumi )


                                                                BELATI CINTAMU
                                                   (Maspanji Kerthajagat Putrenggumi )




Meliris angan,menera asa dalam rasa
menikmati rasukannya yang menjalar di sekujur raga
detak detak darah cinta mengalir kencang
di antara hatiku dan hatimu yang meraba angan
di sana tak ada jarak yang memisahkan kita
ketika kumparan rasa itu satu dalam cinta yang membara
akupun tak bisa berkilah lagi,nurani ini berkata jujur
tentang rajutan kasih yang menyulam sukma
mengkasnya pendirian,bekunya hati,dinginnya hasrat
semua menjadi luluh karena kehadiranmu
kesombongan butapun pupus,keangkuhanpun sirna
aku takluk pada dhuli cintamu,tunduk tak bernyali
rasa egokupun menjadi pudar
karena aku telah memakan buah cinta
hingga sifat buah itu menggantikan sifatku
hanya ranumnya yang menjala,manisnya merasuk
aku lupa kepada sifat pribadiku
kedip mata ini,sorot tatapan, kerling lirikanku
di sana ada wajahmu yang mengulum kelopakku
di getar katup bibirku,di ulas senyumku,
di sana ada namamu yang membata dalam kata
terucap dengan celotehku tanpa kusada
aku tak mampu berpaling dari jerat cinta ini
yang telah kau tancapkan,menembus palung jiwaku

GULAI CINTA YANG TERJALIN


                                                    GULAI CINTA YANG TERJALIN





Gulai rindu dengan kuah cinta yang panas...
pedihnya terus menindih rasa,
mendera relung kangen
sungguh aku lunglai tak berdaya dalam rundung
kangen ini telah meregat tak dinyana
akupun tak sanggup mengelak dari laksaan dera
belati smara telah tertancap,
terkulai diri di kubang jelata
cinta ini telah merontokkan segala keegoan
rindu dendam kubawa bersama langkahku
sakit yang tiada obatnya
,kecuali kau kembali kepadaku.
memintal kasih bersama.dengan langkah pasti
menyulam kata kata lagi dengan bisikan manja
bergurau canda mesra.karena rasa saling memiliki
saling membutuhkan dalam suka dan duka
jalinan itu bersemi dengan keelokannya
hingga bunga yang dahulu terabaikan
kini tumbuh indah dalam sanubari
cinta ini telah teruji oleh waktu yang tak kompromi
kala telah memberi pelajaran berharga pada langkahnya
ketika dekat kita sering berbeda arah
bila kita jauh,hati cemas dan rindu menusuk
berbeda pandangan adalah hal yang wajar
cinta akan menyatukan sifat yang berbeda
saling memberi dan menerima dengan ikhlas
mengerti segala kekurangan dan kelebihan.
hingga bunga asmara terus bersemi selamanya

Selasa, 01 Desember 2015

CEGALAN DERITA YANG INDAH




                                                     CEGALAN DERITA YANG INDAH





Sulur rindu menjalar panas
menggerah di bongkahan angan
merasuk kuat dengan tusukan indahnya
membelit tak lepas dari genggaman asa
menguah rasa dengan belitnya

detaknyapun semakin menyesakan dada
tak ada ruang lagi di hatiku untuk melupakanmu
tak ada gurat di relungku yang mengaja
menira rasa kangenku padamu
sebilah hati yang selalu merindukanmu
seonggok daging yang tak pernah melupakanmu
guman pikiranku selalu ingat kepadamu
memeram rasa kangen
membuat bathin tersiksa
perih mengerat dalam dada,
resah merajang tak karuan
gelisah menjamah tak lelah.
gundapun mengulam cemas
hatiku akan tenteram,
bila kau kembali kepadaku
rejamnya telah membelit hingga jantungku
segal di dada mendesak
karena kangen membuncah
tercekal rasa karena smara
tercegal dalam derita yang paling indah
derita rindu yang paling ku sukai...
enggan rasanya untuk melepaskannya..

CINTA YANG BERPADU

                                                            CINTA YANG BERPADU




Ketika bayu rindu yang menerpa,seketika dan berlalu
anginpun tak mengerti tentang apa yang terjadi
hanya berdesir tanpa tujuan,
hempasannya meniup bulai kangen
terkadang menghamparkan daun rasa yang mendamba
menerpa kelopak rasa yang berayun halus
kelopakpun bertemu karena lentik cinta yang membara.....
mata bertatap dengan kerlingnya,
menebar benih kasmara
cinta semilir membawa rasa,
senyum bunga meraih sungging
ratna bercahaya ,bulir rindu itupun saling bertanya
apatah rasa ini sama dengan apa yang tengah dirasakannya
hanya lentik mengedip ,seulas senyum sebagai isyarat
anggukanpun menguntai sebagai tanda setuju
terpaan itu membelai dinding hati yang saling membalut
cintakah yang tengah menggurat dari bulir bulir sentuhannya
gejolak mendekam tak terucap,
hanya tingkah sebagai jawaban
ketika jemari itu saling menggengam dengan halus.
pandang beradu dengan kerlingnya,
binar tatapanpun berkaca
saling bertemu diantara dua binar hasrat yang meronta
dada terasa sesak,bibir terkatup tak mampu berkata
ketika kata bisa terucap,terbata dengan degupnya
cintapun terlontar dari bahasa jiwa,walau tak mampu terucap...
hati mereka berbalut dengan rambatan gelombang
disana ada kasih bersemayam,diantara dua hati satu jiwa
terlalu lama pendam itu mendekap dalam dada.
akhirnya terlahir jua dalam ungkapan tentang gundah di dada
bulir itu saling menyentuh,menira dalam bisu tanpa kata
tak sepatah kata terucap dan ledakan itu terus menggumul
kata kata cintapun akhirnya teruntai juga
ungkapan rasa yang terpendam dari sentuhan bulir rasa
terungkap sudah dan bibirpun tak sanggup bertahan
terukirlah kalimat kalimat indah dari bulir hati yang dalam
sebagai gambaran rasa dari lukisan sukma
bulir cintapun tak ingin berpisah berpisah
karena mereka telah merasakan makna kasih
semoga paduan itu terjalin dengan ketulusannya

GURAT CINTAKU TAK LEKANG


                                                      GURAT CINTAKU TAK LEKANG






 

                                          Laksaan siluet yang bertandang di pelupukku
                                          ribuan gemertah yang mencerca pendirian...
                                          gejolak yang mendera tak menentu....
                                          semua itu tak selintingpun kuhiraukan
                                          tak secuilpun kuperdulikan
                                          Hanya ulas senyummu yang meliris rasa kangen
                                          pesona wajahmu yang mengguris hayalku
                                          rasa rindu terus menggulat hasratku
                                          kangenpun menguah dengan jeratnya
                                          aku tak kuasa menahan luapan yang terus membara
                                          kerlingmu yang menghias sudut matamu
                                          tatapan dari nuranimu yang jujur
                                          aku terpana oleh lukisan keindahanmu
                                          Parameswariku.pualam jiwaku
                                          Kau satu diantara kerlip kemintang yang memijar
                                          binar kasihmu telah merasuk kuat di relung hatiku
                                          cinta ini telah menghujam terlampau dalam padamu
                                          jauh meregam di lubuk sanubariku
                                          mencengkeram tak terlepas di palung jiwaku
                                          oh iswari asuhan rembulan
                                          tatapanmu bening,sebening ketulusanmu
                                          aku terhanyut dalam belaian kasihmu
                                          kata hatipun kusadari
                                          betapa anggun dirimu permata hatiku
                                          oh pawana cinta yang mengulas belai
                                          kau telah menyatukan hati ini dalam satu jiwa
                                          bulai kasih tersemai sudah
                                          hingga terkunci dan tertup sudah segala hasrat
                                          hanya satu yang meraja di hati
                                          Cintaku padamu tak akan pernah lekang
                                          tak pupus oleh deraan waktu
                                          tak pudar oleh kikisan sangkala.
                                          oh betapa aku mencintaimu ratna juwitaku

KIRANA HATI DALAM KASMARA

                                           





                                           KIRANA HATI DALAM KASMARA


                                             Merenda angan tentang guratan kasih
                                             walau saat ini kau jauh dariku
                                             relung ini tak pernah sepi untuk mengingatmu
                                             karena tautan cinta telah lekat
                                             seandainya kau saat ini berada di sisiku
                                             akan rebahkahkan kepalamu di pangkuanku
                                             ku belai rambutmu dengan mesra
                                             akan kukisahkan tentang balada cinta yang indah
                                             kunyanyikan lagu untukmu
                                             satu sonatta yang paling indah
                                             hingga kau terlelap dalam dekapanku
                                            dan saat itu hati berguman dengan bisikannya
                                             ketika kau terlelap tenang tanpa beban
                                             Di ujung gelisah mengambang
                                             netra menatap dengan sayu
                                             kelopak terasa berair tanpa disadari
                                             rundung dalam balut kangen terus menggebu
                                            di pelataran atma kilauan harap bersimpul indah
                                             sungut rasa terus mengeja wajahmu dengan tatapan
                                             di tepian rembulan melingkar terang
                                             kirananya hati yang kasmara
                                             mendulang desir angin
                                             merengam ombak hasrat
                                             gunjaah keinginan terus memacu tak henti
                                             ingin selalu di dekapannya
                                             dalam pelukan cinta yang tak terlepas
                                             saat awan kasih menyutera dengan putihnya ketulusan
                                             kelembutan cinta kasih tanpa pamrih
                                             menyulam paduan rasa yang bergulira
                                             manisnya nira kata dalam rayu iswara cinta
                                             merasuk kesekujur raga
                                             tak perduli teriknya sang mentari.
                                            dingin bekunya kelam
                                             gemuruh badai yang menerpa
                                             gejolak rasa itu terus menjerat kuat
                                             meraba dinding angan
                                             membelai ari dengan kemesraan
                                             untukmu sang ratna
                                             permata pualam yang bercahaya
                                             yang selalu berbinar tak redup dalam jiwa
                                            oh sutera para dewata yang menyulur di hasrat para juwita
                                             mebara dengan api yang panas
                                             sepanas rasa kangen dengan kuahnya rasa rindu
                                             gebunya gulai cinta
                                             gerahnya rejang gelisah
                                             semua mengaduk menjadi paduan yang indah
                                             kubang deritapun menyela
                                             keraguanpun menyelip dalam dada
                                             irama denyut jantungpun berpacu
                                            detak nadipun mengencang
                                             bara yang terus merunjung
                                             mengelupas perih dalam keindahan
                                             tubian pedih mengulam
                                             gulanapun mengunda
                                             bilahan dadapun serasa pecah
                                             karena dorongan yang meronta tak tertahankan
                                             menggilas logika ,mecampakkan aqal sehat
                                             semua yang terpandang seakan semu
                                             yang nyata hanya raut wajahmu
                                             kilas senyummu,kerling matamu
                                             tatapanmu yang menghujam
                                             pandanganmu yang menembus palung hatiku
                                             bisikan mesra yang keluar dari desahmu
                                             membuat aku gila terpanggang
                                             hasrat ini hanya untukmu
                                             tak terbetik yang lain dalam benakku...
                                             yang kurindu,yang kukangen di setiap waktu
                                             tak berkilah kepada siapapun jua
                                             tak berpaling sedikitpun
                                             aku hanya menginginkanmu
                                             dalam belainku,dekapanku
                                              pelukan cintaku yang tak lepas

Senin, 30 November 2015

GELOMBANG HASRAT CINTAKU

                                                   GELOMBANG HASRAT CINTAKU



                                             Kutoreh anganku di riak gelombong hasrat
                                             kutulis asaku tentang sebuah impian
                                             rasa dalam sarwa yang terhampar
                                             pandang menerawang jauh di batas sandikala...
                                             membuncah segala harap tentang dirimu
                                             tentang sebuah rangkulan rindu yang tak lepas.
                                             sosokmu berfose di batas yang tak bertepi
                                             berpadu serasi dengan panorama sahasa
                                             menawan setiap hati yang yang melihat
                                             keindahannya semu dalam siluet nyata
                                             merindukanmu adalah yang terindah kurasakan
                                             tercegal nikmat dengan balut rasuknya
                                             hayalan para sutera tentang keajaiban cinta
                                             mimpi yang masgul yang menjadi kenyataan
                                             kangen padamu adalah nikmat yang mendera
                                             dari angan sang penyinta yang selalu mendamba
                                             tentang rangkulan cinta yang terengkuh
                                             mendekap dinding rasa dengan pelukannya
                                             berkubang angan yang menjalar tak henti
                                             benakpun menatah asa dengan torehan rindu
                                             keinginan yang menyeruak tak terbendung
                                             ibarat melukis badai di samudera angan
                                             harapan menimbulkan kecemasasan
                                             resah menggulai dan gelisah membelai hati
                                             takut dan takut ,jika harapannya tak tergapai
                                             terlukis harap dan kecemasan di benak
                                             karena aku tak ingin jauh darimu
                                             ku buang segala sak wasangka yang merenda.
                                             aku hanya mencintaimu
                                            di riak gelombang jiwa yang menekur pikiran
                                             semua menjadi terasa hambar tanpa dirimu
                                             dada terasa sesak oleh gemuruh kangen
                                             nafas terasa tersendat menyukal tak menentu
                                             karena gunjah rindu ini tak pernah reda padamu
                                             angan menjaring rasa yang berbalut kangen
                                             dapatkah semua ini menjadi realita
                                             hati berdialog dengan persaannya
                                             kemauan dan pikiran berseteru
                                             namun semuanya kubiarkan berlalu
                                             karena rasa cinta telah melumurku
                                             cinta ini tak beranjak sedikitpun jua
                                             cinta telah terpatri kuat dengan tatahannya
                                             Aku hanya mencintaimu kasihku
                                             Gurat cinta ini sangat dalam padamu

ANGIN PANCAROBA MENYIBAK KERINDUAN


                                    ANGIN PANCAROBA MENYIBAK KERINDUAN




                                                      Kemarau terasa memanjang
                                                      angin serak serak kering berhembus kencang
                                                      sesekali titik titik embun mengundang gigil
                                                      dingin merasuk di dada bumi
                                                       kerinduan semakin berpacu
                                                       menggurah rasa hangat di tebing hasrat
                                                       angin kian semilir berlalu
                                                       cuaca semakin tak menentu
                                                       musim pancaroba melukis padha
                                                       angin dingin membawa debu berhamburan
                                                       namun rasa tak pernah sepi
                                                       terus berseloroh dengan rindunya
                                                       rasa kangenpun tak mau beranjak
                                                       walau angin mengguyur tak karuan
                                                       rindu tak pernah berhambur untuk yang lain
                                                       rindu mengguris lebam kangen
                                                      darah darah cinta memerah
                                                       mengalir dengan rasukan angin rindu
                                                       angin pancarobapun terus bertiup
                                                       menggiring rindu yang semakin mengubang
                                                       walau kemarau akan berlalu
                                                       rindu ini tak akan bergeming
                                                       cinta ini tak akan beranjak
                                                       karena rindu sudah menjejal
                                                       menggurat cinta yang tak akan terhapus
                                                       yang kurasakan hanya cinta yang membara
                                                       walaupun musin terus berganti

DEKAPAN DI BELANTARA KASIH



                                                   DEKAPAN DI BELANTARA KASIH

                                 


                                                    Rimba kasih mendekap nafas alam
                                                    desah indah tersendat di dada bumi
                                                    belantara angan memeluk hembusan gairah
                                                    diantara jantung dedaunan yang saling merangkul
                                                    berpatuk saling merengkuh
                                                    erat tak terlepas
                                                    semesta meliris lantun cinta
                                                    hasrat saling menggapai
                                                    dekapan itu lekat di sumbu rasa
                                                    hanya bisikan lembut yang merayap
                                                    hangatnya menjalar di sulur sulur gairah
                                                    gelinjang angan kian panas
                                                    dekapan itu semakin erat
                                                    ujung ujung jemari bergetar tak menentu
                                                    meraba kedalaman cinta di lubuk kasih
                                                    hanya kita yang merasakannya
                                                    ketika bara hasrat itu saling memintal
                                                    mengayuh keinginan yang sama
                                                    rengkuhpun berpadu dalam satu gelora
                                                    saling membutuhkan
                                                    dekapan di belantara kasih luruh dalam pelukan
                                                    berpagut hangat di bibir rimba
                                                    saling meraih dengan gejolak seirama
                                                    keheningan terasa semakin indah
                                                    Jingga saganya hasrat yang bertalut
                                                    haru birunya rasa saling berpaut
                                                    menggulira dengan binar binar gairah
                                                    di relung relung persendian
                                                    menyengat hingga palung jiwa yang paling dalam
                                                    di sana hanya ada hasrat yang membalut kuat
                                                    yang melemahkan seluruh kekuatan
                                                    gemertah angan terus berpacu
                                                    berkubang membilur jiwa
                                                    menggebu tak ayal
                                                    merasuk dengan cengkramnya
                                                    membelit tak ampun
                                                    terkulai dengan lunglai
                                                    tak berdaya tuk beranjak
                                                    dekapan itu terlampau kuat
                                                    mengikat prana prana asmara
                                                    luluh tak bepri
                                                    hanya ada rasa yang kian menggebu
                                                    kubang hasrat kian bergejolak
                                                    rasa itu menghujam
                                                    gerah panasnya nikmat
                                                    menajam menusuk raga
                                                    mecerca sanubari dengan luapnya
                                                    gairah belantara kasih tak terelakkan
                                                    tak mampu berkutik
                                                    dari jeruji jeruji keindahan
                                                    yang membelit,meregam
                                                    hanya luapan dengan hasratnya
                                                    dekapan di belantara kasih terus menggulat
                                                    tak mau beranjak sejengkalpun
                                                    tautan tak ingin saling melepaskan
                                                    hanya waktu yang berbicara
                                                    karena di sana ada cinta yang tengah membara