Rabu, 08 Juni 2016

JINGGANYA RINDUKU






JINGGANYA RINDUKU

Ketika mega menggurat relung hati
di ambang senja yang berlalu
kupandang riak kilau yang berbinar
saat rindu jingga menggelut
kuingin kau di sini meluruh dalam dekapanku
semilirpun membelai kasih
hembusan rindu kian membalai
jingga rindu tak pernah padam
walau bhaskara semakin meniti
meski petang terus membalut
jingga rindu tak akan beranjak
biarlah desir terus terlewat
namun rinduku tak pernah pupus
biarlah deru menghempas
rinduku tak akan luntur
kuingin kau lekat dalam pelukanku
gemulung ombak bak lukisan
diantara debur dan gemercik
seakan semua berbicara
tentang gundah rindu yang tak reda
jingga rindu merenggut rasa
menggurah sekujur raga
akupun seakan berganti sifat
mengenyam rindu yang lekat
seandainya aku bisa menapak gelombang
melangkah diantara gemulungnya
kan titi buih buih samudra
untuk luruh dalam dekapanmu
karena bilur rindu ini tak sanggup kutahan
jingga riduku semakin menyaga
bagai bara yang meregam
rindu ini tak pernah surut
walau sangkala terus berlalu
namun rinduku tak lekang padamu

Kamis, 26 Mei 2016

RINAI KASIHKU TAK TERLEPAS



RINAI KASIHKU TAK TERLEPAS


Di bilah jiwa yang tak ranggas
di asa yang tak berlepuh
harap yang tak pupus
di sana semai kasih yang tak pupus
telah jauh kurengkuh cintamu
sedalam barhut yang tak terukur
dari ladunia yang merasuk
aku hanya mengiginkan dirimu
tatih langkah tak kuperduli
seok jejak tak kupikirkan
tujuanku hanya dirimu
riak riak buih kubiarkan
dan aku lebih tak perduli lagi
walau lebam menggurat
bhilu mencerca
langkahku tak henti
kayuhku tak akan lelah
karena aku sangat mencintaimu
lusuhpun sering bertandang
cemaspun datang merendang
karena aku takut kehilangan dirimu
cntaku tak terkikis waktu
ketika hari meregat dengan teriknya
malam mengulum dengan kebimbangan
namun cintaku tak tergerus sedikitpun jua
rindu mengubang tak beranjak
kangen yang meruang tak berpigura
rindu kian mendera
sekam bara cinta merejang saga
pualam hati tak berpaling setitikpun
aku hanya mencintaimu
merindukanmu
walau sejuta cecar merejam
lentikan lentikan bebanpun kerap menjarah
hatiku tak goyah
cinta ini telah berbalut kuat
tak mungkin bisa kupungkiri
karena aku sangat mencintaimu
tak sejengkalpun jejak kutarik
langkahku gontai dan pasti
untuk menggenggam jemari kasihmu
luruh dalam pelukan cintamu
riung rasa yang tak padam
menjeruji di bongkah rasa
buncah yang tak pernah reda
larung cinta yang tak letih
hanya gunjah cintaku yang tak pernah jera
rindu ini
cinta ini
hanya untukmu kasihKu-

DEKAPAN RINDU







DEKAPAN RINDU


Oh desir angin yang berlalu
sampaikan salam rinduku untuknya
wahai awan berarak katakan kepadanya
saat ini kangen yang meresah tengah menggelut
Sang sunyi mengapakah kau membisu
tak tahukah betapa kalut rejang cinta yang menggulai
cemas dan cemas terus menerjang,
karena aku sangat takut kehilangan dirimu
Pawana yang semilir katakan padanya,
bahwa gelut cinta ini terus menggulana
kelopak ini tak terpejam sedikit juapun.
tera siluet wajahmu terus melukis benakku.
kilir asmara yang membelit prnaku.
tak mampu kualihkan kepada siapapun.
cinta yang menggulai kuah
tatap yang terajut dengan gelayutnya
nanar tak pejam
bayang wajahmu
senyummu
simpony pribadimu.
semua tak pudar dari regatan rasa kangen ini
rindu menggulana
kangen mengundah,
diri terkungkung derita yang indah
kunikmati perih pedihnya
akupun tak ingin kelepaskannya sedetikpun
mengenang dirimu
adalah sesuatu yang terindah dalam anganku
cinta yang memenjarakan diriku,
dengan kekang jeruji yang kuat
hingga aku tak sanggup melepaskannya,
tak sanggup untuk lari darimu
Betapa aku mencintaimu
Dewi asuhan rembulan
pualam jiwaku
yang selalu menerangi setiap langkahku
cintaku yang terbalas,
anugrah yang tak terukur oleh apapun jua.
untukmu ratna juwitaku
ketulusan yang menyulam hatiku
untuk sebuah cinta.
hanya untukmu
relung ini selalu menyebut namamu
pandang ini hanya pada wajahmu.
dan kuingin dekap rindu ini,
pelukan cinta ini tak terlepas lagi selamnya.