Senin, 30 November 2015
DEKAPAN DI BELANTARA KASIH
DEKAPAN DI BELANTARA KASIH
Rimba kasih mendekap nafas alam
desah indah tersendat di dada bumi
belantara angan memeluk hembusan gairah
diantara jantung dedaunan yang saling merangkul
berpatuk saling merengkuh
erat tak terlepas
semesta meliris lantun cinta
hasrat saling menggapai
dekapan itu lekat di sumbu rasa
hanya bisikan lembut yang merayap
hangatnya menjalar di sulur sulur gairah
gelinjang angan kian panas
dekapan itu semakin erat
ujung ujung jemari bergetar tak menentu
meraba kedalaman cinta di lubuk kasih
hanya kita yang merasakannya
ketika bara hasrat itu saling memintal
mengayuh keinginan yang sama
rengkuhpun berpadu dalam satu gelora
saling membutuhkan
dekapan di belantara kasih luruh dalam pelukan
berpagut hangat di bibir rimba
saling meraih dengan gejolak seirama
keheningan terasa semakin indah
Jingga saganya hasrat yang bertalut
haru birunya rasa saling berpaut
menggulira dengan binar binar gairah
di relung relung persendian
menyengat hingga palung jiwa yang paling dalam
di sana hanya ada hasrat yang membalut kuat
yang melemahkan seluruh kekuatan
gemertah angan terus berpacu
berkubang membilur jiwa
menggebu tak ayal
merasuk dengan cengkramnya
membelit tak ampun
terkulai dengan lunglai
tak berdaya tuk beranjak
dekapan itu terlampau kuat
mengikat prana prana asmara
luluh tak bepri
hanya ada rasa yang kian menggebu
kubang hasrat kian bergejolak
rasa itu menghujam
gerah panasnya nikmat
menajam menusuk raga
mecerca sanubari dengan luapnya
gairah belantara kasih tak terelakkan
tak mampu berkutik
dari jeruji jeruji keindahan
yang membelit,meregam
hanya luapan dengan hasratnya
dekapan di belantara kasih terus menggulat
tak mau beranjak sejengkalpun
tautan tak ingin saling melepaskan
hanya waktu yang berbicara
karena di sana ada cinta yang tengah membara
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar