Senin, 30 November 2015
ANGIN PANCAROBA MENYIBAK KERINDUAN
ANGIN PANCAROBA MENYIBAK KERINDUAN
Kemarau terasa memanjang
angin serak serak kering berhembus kencang
sesekali titik titik embun mengundang gigil
dingin merasuk di dada bumi
kerinduan semakin berpacu
menggurah rasa hangat di tebing hasrat
angin kian semilir berlalu
cuaca semakin tak menentu
musim pancaroba melukis padha
angin dingin membawa debu berhamburan
namun rasa tak pernah sepi
terus berseloroh dengan rindunya
rasa kangenpun tak mau beranjak
walau angin mengguyur tak karuan
rindu tak pernah berhambur untuk yang lain
rindu mengguris lebam kangen
darah darah cinta memerah
mengalir dengan rasukan angin rindu
angin pancarobapun terus bertiup
menggiring rindu yang semakin mengubang
walau kemarau akan berlalu
rindu ini tak akan bergeming
cinta ini tak akan beranjak
karena rindu sudah menjejal
menggurat cinta yang tak akan terhapus
yang kurasakan hanya cinta yang membara
walaupun musin terus berganti
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar