Selasa, 01 Desember 2015
KIRANA HATI DALAM KASMARA
KIRANA HATI DALAM KASMARA
Merenda angan tentang guratan kasih
walau saat ini kau jauh dariku
relung ini tak pernah sepi untuk mengingatmu
karena tautan cinta telah lekat
seandainya kau saat ini berada di sisiku
akan rebahkahkan kepalamu di pangkuanku
ku belai rambutmu dengan mesra
akan kukisahkan tentang balada cinta yang indah
kunyanyikan lagu untukmu
satu sonatta yang paling indah
hingga kau terlelap dalam dekapanku
dan saat itu hati berguman dengan bisikannya
ketika kau terlelap tenang tanpa beban
Di ujung gelisah mengambang
netra menatap dengan sayu
kelopak terasa berair tanpa disadari
rundung dalam balut kangen terus menggebu
di pelataran atma kilauan harap bersimpul indah
sungut rasa terus mengeja wajahmu dengan tatapan
di tepian rembulan melingkar terang
kirananya hati yang kasmara
mendulang desir angin
merengam ombak hasrat
gunjaah keinginan terus memacu tak henti
ingin selalu di dekapannya
dalam pelukan cinta yang tak terlepas
saat awan kasih menyutera dengan putihnya ketulusan
kelembutan cinta kasih tanpa pamrih
menyulam paduan rasa yang bergulira
manisnya nira kata dalam rayu iswara cinta
merasuk kesekujur raga
tak perduli teriknya sang mentari.
dingin bekunya kelam
gemuruh badai yang menerpa
gejolak rasa itu terus menjerat kuat
meraba dinding angan
membelai ari dengan kemesraan
untukmu sang ratna
permata pualam yang bercahaya
yang selalu berbinar tak redup dalam jiwa
oh sutera para dewata yang menyulur di hasrat para juwita
mebara dengan api yang panas
sepanas rasa kangen dengan kuahnya rasa rindu
gebunya gulai cinta
gerahnya rejang gelisah
semua mengaduk menjadi paduan yang indah
kubang deritapun menyela
keraguanpun menyelip dalam dada
irama denyut jantungpun berpacu
detak nadipun mengencang
bara yang terus merunjung
mengelupas perih dalam keindahan
tubian pedih mengulam
gulanapun mengunda
bilahan dadapun serasa pecah
karena dorongan yang meronta tak tertahankan
menggilas logika ,mecampakkan aqal sehat
semua yang terpandang seakan semu
yang nyata hanya raut wajahmu
kilas senyummu,kerling matamu
tatapanmu yang menghujam
pandanganmu yang menembus palung hatiku
bisikan mesra yang keluar dari desahmu
membuat aku gila terpanggang
hasrat ini hanya untukmu
tak terbetik yang lain dalam benakku...
yang kurindu,yang kukangen di setiap waktu
tak berkilah kepada siapapun jua
tak berpaling sedikitpun
aku hanya menginginkanmu
dalam belainku,dekapanku
pelukan cintaku yang tak lepas
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar