CINTA YANG BERPADU
Ketika bayu rindu yang menerpa,seketika dan berlalu
anginpun tak mengerti tentang apa yang terjadi
hanya berdesir tanpa tujuan,
hempasannya meniup bulai kangen
terkadang menghamparkan daun rasa yang mendamba
menerpa kelopak rasa yang berayun halus
kelopakpun bertemu karena lentik cinta yang membara.....
mata bertatap dengan kerlingnya,
menebar benih kasmara
cinta semilir membawa rasa,
senyum bunga meraih sungging
ratna bercahaya ,bulir rindu itupun saling bertanya
apatah rasa ini sama dengan apa yang tengah dirasakannya
hanya lentik mengedip ,seulas senyum sebagai isyarat
anggukanpun menguntai sebagai tanda setuju
terpaan itu membelai dinding hati yang saling membalut
cintakah yang tengah menggurat dari bulir bulir sentuhannya
gejolak mendekam tak terucap,
hanya tingkah sebagai jawaban
ketika jemari itu saling menggengam dengan halus.
pandang beradu dengan kerlingnya,
binar tatapanpun berkaca
saling bertemu diantara dua binar hasrat yang meronta
dada terasa sesak,bibir terkatup tak mampu berkata
ketika kata bisa terucap,terbata dengan degupnya
cintapun terlontar dari bahasa jiwa,walau tak mampu terucap...
hati mereka berbalut dengan rambatan gelombang
disana ada kasih bersemayam,diantara dua hati satu jiwa
terlalu lama pendam itu mendekap dalam dada.
akhirnya terlahir jua dalam ungkapan tentang gundah di dada
bulir itu saling menyentuh,menira dalam bisu tanpa kata
tak sepatah kata terucap dan ledakan itu terus menggumul
kata kata cintapun akhirnya teruntai juga
ungkapan rasa yang terpendam dari sentuhan bulir rasa
terungkap sudah dan bibirpun tak sanggup bertahan
terukirlah kalimat kalimat indah dari bulir hati yang dalam
sebagai gambaran rasa dari lukisan sukma
bulir cintapun tak ingin berpisah berpisah
karena mereka telah merasakan makna kasih
semoga paduan itu terjalin dengan ketulusannya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar