Oh desir angin yang berlalu
sampaikan salam rinduku untuknya
wahai awan berarak katakan kepadanya
saat ini kangen yang meresah tengah menggelut
Sang sunyi mengapakah kau membisu.
tak tahukah betapa kalut rejang cinta yang menggulai
cemas dan cemas terus menerjang,
karena aku sangat takut kehilangan dirimu
Pawana yang semilir katakan padanya,
bahwa gelut cinta ini terus menggulana
kelopak ini tak terpejam sedikit juapun
tera siluet wajahmu terus melukis benakku
kilir asmara yang membelit prnaku
tak mampu kualihkan kepada siapapun
cinta yang menggulai kuah
tatap yang terajut dengan gelayutnya,
nanar tak pejam
bayang wajahmu,senyummu.simpony pribadimu
semua tak pudar dari regatan rasa kangen ini.
rindu menggulana.kangen mengundah,
diri terkungkung derita yang indah
kunikmati perih pedihnya
akupun tak ingin kelepaskannya sedetikpun
mengenang dirimu
adalah sesuatu yang terindah dalam anganku
cinta yang memenjarakan diriku,
dengan kekang jeruji yang kuat
hingga aku tak sanggup melepaskannya,
tak sanggup untuk lari darimu
Betapa aku mencintaimu
Dewi asuhan rembulan,pualam jiwaku
yang selalu menerangi setiap langkahku
cintaku yang terbalas,
anugrah yang tak terukur oleh apapun jua
untukmu ratna juwitaku
ketulusan yang menyulam hatiku
untuk sebuah cinta
hanya untukmu.
relung ini selalu menyebut namamu
pandang ini hanya pada wajahmu
dan kuingin dekap rindu ini,
pelukan cinta ini tak terlepas lagi selamnya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar